2008-01-15

BAGAIMANA KONSEP, ARAH, DAN LANGKAH DAKWAH

Di Kepengurusan ROHIS STIS 2007-2008
**ikhwan@yahoo.com

Assalamu’alaikum Wr,Wb,

Segala Puji bagi Allah SWT atas segala limpahan nikmat yang tak terhitung banyaknya. Shalawat dan Salam tak lupa kita haturkan kepada Qudwah Hasanah kita Rasulullah Al-Amiin SAW.

Dalam lingkungan kampus, ROHIS ibarat sebuah kereta yang panjang, penuh muatan, dan berat beban. Ia memiliki satu rel panjang sebagai arah /jalur pergerakan yang mengantarkannya pada akhir tujuan. Ia tidak sama dengan motor, apalagi becak. 2 Kendaraan tersebut kalau bergerak, entah itu belok, menikung, menyalib, atau apapun maka tidak ada yang melihat kecuali Allah dan si pengendara tersebut (minimal). Berbeda dengan kereta, jika ia berbelok, banyak orang di sekitarnya yang tahu bahwa kereta itu berbelok. Akibatnya pun massif, jika kereta itu tertabrak, maka yang celaka pun banyak.

Ikhwatifillah, mengetahui keadaan yang demikian, maka sudah seharusnya rasa sadar dan mawas diri menjadi perangkat yang ’onboard’ dalam diri kita. Merasa kalau kita adalah bagian dari tubuh ROHIS secara keseluruhan. dan sekaligus keistiqomahan kita juga akan mempengaruhi bangunan ini. Kennedi berujar ”jangan tanyakan apa yang telah negara berikan, tetapi tanyakan apa yang telah engkau berikan kepada negara”, hal ini pn berlaku pada anggota ROHIS. Kontribusi apa yang telah kita berikan?

Ambil cermin dan bacalah kisah shahabat di bawah ini :


Lembar TaHa Spesial Kadiv dan Sekdiv
Penjelasan Target ROHIS 2007-2008
Aczam.ikhwan.

A. Membina kepribadian islam kepada para kader pengurus

Secara umum proses tarbiyah (pembinaan) berupaya membentuk kepribadian setiap pengurus yang memenuhi sebagian dari aspek muwashafat tarbawiyah. Yaitu : aqidah yang bersih, ibadah yang benar, kokoh akhlaknya, kuat fisiknya, berwawasan pemikirannya, terorganisir segala urusannya, cermat mengatur waktunya, kuat kesungguhan jiwanya, dan bermanfaat bagi selainnya.

Untuk memenuhi aspek-aspek tersebut, maka ROHIS telah menyiapkan perangkat-perangkat (wasilah) khusus untuk itu.

Dalam aspek aqidah, ROHIS telah menyediakan wasilah berupa kajian kamis dan malam ahad. Di sana para pengurus bisa memahami ajaran AL-Islam dengan mengkaji tafsir Al-Qur’an dan syarah Hadits. Sebegitu pentingnya kajian ini, maka ROHIS menjadikan kajian ini sebagai sarana wajib para pengurus sebab tanpanya pemahaman Islamnya tidak mampu berkembang, sementara pada waktu yang sama pengurus dituntut untuk mengajarkan Islam kepada orang lain.

Perangkat yang tidak kalah penting adalah mentoring agama islam dan halaqoh pemula. Melalui sarana ini para pengurus melalui sentuhan langsung dari sang mentor / murabbi akan dibimbing kepada pemahaman yang utuh terhadap Islam. Selain kepahaman, mentoring / halaqoh ini berperan untuk mengikat pengurus dalam batu-bata keluarga (usrah) ummat. Dimulai dengan keluarga mentoring berlanjut menjadi keluarga besar ROHIS.

Aspek ibadah yang juga penting didukung oleh beberapa kegiatan, di antaranya kajian pekanan Ash-Shofwah dan Ma’had Ash-Shofwah. Di dalamnya pengurus akan mendapatkan samudera pengetahuan tentang ajaran Islam. melalui madrasah ini pula, pengurus memiliki bekal pengetahuan yang cukup dalam hal fiqh, tafsir, kajian tematis, dan permasalahan terkini yang menyangkut hajat umat Islam. ingat pepatah ”tidak akan bisa memberi apa-apa, orang yang tidak mendapatkan apa-apa”. Menjadi da’i harus tamak terhadap ilmu. Jangan sampai kita menjadi orang yang dungu akan Islam, padahal kita adalah mesin dakwah.

Dalam hal fisik, ROHIS telah menyediakan perangkat olahraga. Demikian pentingnya kah kekuatan dan kesehatan?, sebab Rasulullah menjadikan masjid sebagai medan laga bagi sahabat-sahabatnya yang berlatih perang, dan olah fisik. Generasi shahabat dan sesudahnya adalah generasi zuhud yang ’kekar’ dan terampil dalam berperang. Sudahkan kita mengukur kekuatan kita dengan kekuatan mereka??

B. Membina ukhuwah islamiyah antar pengurus

Umar R.A. ketika menjadi khalifah sangat terkenal dengan kezuhudan dan kepeduliannya kepada ummat. Bahkan dalam catatan sejarah; umar pernah melakukan inspeksi kepada masyarakat di malam hari untuk mengetahui keadaan rakyatnya. Subhanallah, apakah kita mampu untuk melakukan hal itu?

Karenanya tahun kepengurusan kita adalah tahun pengokohan ukhuwah. Sudah berapa banyak yang kita berikan kepada saudara kita? Sudah berapa kali kita menolong mereka ketika susah, dan sudah berapa kali kita mengunjungi mereka walau sekadar menanyakan keadaannya ? Ikhwahfillah, sesungguhnay dakwah itu tidak hanya dibangun dengan konsep, program kerja, dan struktur komando. Tidak, lebih dari itu. dakwah ROHIS adalah dakwah yang dibangun juga atas perasaan saling memiliki, mencintai, dan menanggung beban karena cinta kepada Allah dan Rasulnya.

Begitu pentingnya ukhuwah ini, maka ROHIS juga mempersiapkan perangkat khusus itu, disiapkanlah MaBIT bulanan khusus pengurus. Selain untuk pembinaan ruhiyah / ma’nawiyah, MaBIT ini juga di setting dengan acara ramah tamah plus forum khdoya (masalah). Di mana pengurus akan saling berbagi permasalahan dan al-akh lainnya akan memberikan solusi baginya. Ini adalah latihan ’berkeluarga’ yang sejahtera. Para pengurus akan merasakan kecintaan saudara seperjuangannya, sehingga ia akan tetap dalam barisan dakwah ROHIS tercinta.

C. Manajemen dan koodinasi internal yang matang

D. Mengembangkan kegiatan yang kreatif dan syar’i

barang expired yang dibungkus dengan bungkusan menarik, ia akan terlihat asli dan ’mengelabui’. Sebaliknya, barang bagus yang dibungkus dengan bungkus yang kadaluarsa maka ia tidak jadi diminati orang,

Rasulullah sangat memahami masalah ini sehingga dalam sebuah haditsnya beliau bersabda ”

E. Membangun komunikasi yang baik dengan semua dewan kampus khususnya pimpinan STIS serta membangun kerja sama dalam jaringan yang bermanfaat

Berkoalisi dalam hal kebaikan dan menurangi mafsadat adalah tindakan yang mulia. Tentu dalam batas-batas yang masih memperhatikan syarat-syarat berkolaisi

Comments :

0 comments to “BAGAIMANA KONSEP, ARAH, DAN LANGKAH DAKWAH”


Post a Comment

Informasi Pilihan Identitas:
Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger.
Lainnya : Jika tidak punya account blogger namun punya alamat Blog atau Website.
Anonim : Jika tidak ingin mempublikasikan profile anda (tidak disarankan).