2008-01-15

Meteor Garden 1

F4: Boyband Idola Taiwan yang Menyihir Penggemarnya
(Bagian pertama)

SEBAGAI pendatang baru, grup boyband F4 (F She) yang sekilas rada janggal namanya, namun beranggotakan empat jejaka muda tegap ganteng, luar biasa fantastis! Cuma dalam tempo 6 bulan kwartet ini sukses menyedot perhatian publik Taiwan dan "memaksa" seluruh media hiburan mau tak mau menyajikan segala pemberitaan yang berkaitan dengan mereka. Apa saja sajiannya pasti ditelan habis-habis. Kongsi rekaman Sony Music yang mengontrak pun tak usah susah payah promosi CD mereka.
Baru beredar tujuh jam, angka penjualan menembus 100 ribu kopi. Belum lagi konser yang mengundang puluhan ribu penonton. Jumpa fans mendadak batal akibat massa membludak. Mereka yang gagal antre untuk minta tanda tangan, berani membeli nomor urut seharga 6 ribu sekadar bisa tatap muka. Hari itu juga 5.000 saluran telepon di Taiwan rusak gara-gara banyaknya permintaan yang masuk ke Sony untuk bisa ikutan. Pihak teve CTS malah minta mereka jadi pembaca berita cuaca, semata biar tidak menjemukan. TVBS khusus bikin program tentang mereka. Model rambut mereka yang gondrong pun jadi tren anak muda. Dalam waktu 6 bulan, grup ini sukses meraup omset 150 juta dolar Taiwan. Dagangan seheboh ini di musim ekonomi paceklik, jelas bikin kaget para petinggi Sony. Apalagi F4 bukan siapa-siapa dibanding Emil Chou, Richie Ren, atau Jimmy Lin yang sudah beken. Dalam sekejap mereka jadi idola baru. Kalau mengutip media sana, kehadiran F4 memberi angin segar bagi remaja sana yang kehilangan idola selama 10 tahun terakhir. Lebih ekstrem lagi, mereka menyebut F4 sebagai SMAP-nya Taiwan.
Hoki menyerbu begitu cepat ketika pemirsa tergila-gila penampilan mereka dalam serial lokal CTS, Meteor Garden alias Liu Sing Hua Yuen, April tahun lalu. Drama percintaan empat pemuda SMU yang adaptasi dari komik laris Jepang Hana Yori Dango (Flower Boys) tujuh tahun silam itu, segera melambungkan nama Jerry Yan (sebagai Tao Ming She/Tsukasa Doumyouji), Vic Zhou (Rui Hanazawa), Vanness Wu (Akira Mimasaka), dan Ken Zhu (Soujirou Nishikado) sebagai idola kawula muda. Ketika semua terbius pesona mereka, Sony segera ambil langkah cepat. Sony memenangkan tender kontrak rekaman. Dari pemain tidak punya nama dengan akting pas-pasan, lalu terkenal, hingga akhirnya terbentuk grup musik F4. Album perdana mereka yang sangat laris tak lain Meteor Rain (Liu Sing Yi) jiplakan mentah tembang Jepang, Gaining Through Losing. Ketika serial ini tayang di teve saluran parabola Asia Plus dan Hong Kong, kesuksesan kembali mengekor. Penonton Cina serta Indonesia yang menyaksikan akting mereka lewat VCD bajakan, tak kalah kesengsemnya. Terutama dengan Jerry dan Vic yang manis dan kalem.
Ketenaran mereka juga diisi dengan berbagai isu. Jerry yang berangkat dari karier model dan punya pengalaman 4 tahun di bidang akting, disebut paling sombong, pelit senyum, dan gampang ngambek. Padahal cowok bernama asli Liao Yang Cen ini, yang dianggap paling oke aktingnya, tertua di antara rekan-rekannya. Vic yang punya suara bagus dan terkenal dengan sorot mata mematikan, lebih apes lagi. Konon pria pendiam asli Taiwan yang kesulitan membedakan karakter Mandarin an dan ang ini, penyuka sesama jenis. Padahal, sebetulnya Vic pernah pacaran lima kali semasa sekolah. Ken Zhu yang pernah tinggal di Singapura dan jago masak Bakkut Teh ini, sebaliknya, doyan perempuan. Makanya, rumor menyebut pria kalem ini piaraan tante girang. Untuk Vanness yang menurut mingguan gosip Next Weekly paling tidak menarik perhatian dan minim order, tak paham Mandarin sama sekali. Domisilinya selama ini di Amerika membuatnya jago Inggris dan sering dapat order bercasciscus Inggris di teve.
Toh dari semua itu, paling seru gosip yang dilansir majalah Next Taiwan terbitan Oktober 2001. Mingguan gosip ini menulis F4 bakal bubar. Beberapa faktor, seperti Ken Zhu harus ikut wajib militer, sikap congkak Jerry sebagai pemimpin F4, perbedaan karakter yang bikin mereka tidak harmonis, serta penjualan tiket konser Meteor Garden F4 Music Party yang harusnya bisa menaikkan kembali popularitas mereka, dan diperkirakan dihadiri 10 ribu penonton, jeblok. Hanya terisi 3500 pengunjung. Konon seiring usainya pemutaran serial Meteor Garden, popularitas F4 merosot. Masing-masing sibuk dengan order dan urusan pribadi. Jerry main di film Lian Ai Shang Hen bersama Jacky Cheung dan Karen Mok; Ken yang sama sibuknya dengan order film; Vic sibuk rekaman album singel; pembuatan foto album dan Vanness yang cenderung tidak terlalu bermimpi terkenal.
Untuk menaikkan penjualan album CD, terwujudlah konser tadi. Ken sebagai juru bicara membantah ketidakharmonisan mereka. "Kami sibuk dengan urusan masing-masing. Tapi ketika harus bekerja, jelas kompak. Mana mungkin memikirkan harmonis tidaknya?" tepisnya. Manajer bisnis F4, Chui Ce Phing memberikan jawaban mengejutkan. "Biar saja. F4 ada karena serial Meteor Garden. Kini serial itu kelar, tak ada kewajiban buat mereka bersatu lagi. Saya pribadi sudah punya rencana buat masing-masing. Saya berharap mereka lebih konsentrasi pada bidang musik mengingat masing-masing sangat berbakat. Khusus Jerry, harus diakui perlu latihan lagi. Tapi ia sangat potensial. Pokoknya di masa mendatang setiap personil punya album singel," janji perempuan berperawakan sedang ini.
Next Weekly menyebut, untuk melihat kenyataan isu bubar perlu menanti hingga konser tur F4 di Singapura dan Malaysia berakhir Januari ini. Namun awal tahun fakta baru terpampang. F4 terlibat syuting serial remaja baru, Come to My House (Lai Wo Cia Pa). Turut membintangi serial buatan CTV ini, biduanita bergigi gingsul Valen Hsu, bintang bertubuh sintal Thien Sin. Berita terbaru, 27 Januari lalu, 9000 penonton dengan tiket tertinggi 121 dolar menyesaki Suntec City Convention Hall Singapura. Hadir di acara itu presenter tenar Taiwan, Matilda Tao yang sempat digosipkan pacaran dengan Jerry. Suara sumbang ikut menyokong keriuhan malam itu. Kata sebagian dari ribuan penggemar yang menjemput di bandara Changi, hanya Vanness yang tebar senyum ramah. "Selebihnya diam tanpa ekspresi," seorang remaja perempuan menyesali. Ucapan ini ditanggapi keempatnya dengan jawaban simpel. "Kami surprais penggemar tumpah ruah di bandara. Ini sangat di luar dugaan," Ken mewakili. Kalo gitu, urung bubar dong. funny
http://www.bintang-indonesia.com/article.asp?article=3382


LEGAL ACTION METEOER GARDEN, INDOSIAR TAK AMBIL PUSING


LEGAL action, begitulah rencana awal Comics Production House (Taiwan) dan Chinese Television System (CTS), ketika tahu Meteor Garden diadaptasi tanpa pemberitahuan awal. Mereka bahkan menawarkan membantu menunjuk pengacara untuk melakukan gugatan terhadap Prima Entertainment, pembuat Siapa Takut Jatuh Cinta yang dianggap mencontek. Pasalnya, hak produksi (adaptasi) Meteor Garden tak pernah dijual kepada pihak manapun untuk wilayah Asia. Comics dan CTS adalah pemilik hak tayang dan produksi serial 19 episode Meteor

Menyoal legal action yang dipercayakan kepada Indosiar, Triyandi Suyatman, Kepala Divisi Program Indosiar, memilih tidak ikut campur. ''Bagi kami lebih penting menjaga hubungan dengan rumah produksi daripada meributkan masa-lah ini,'' jelas Triyandi. Itu sebabnya, Indosiar memilih mengabaikan permintaan Comics dan CTS.

Rupanya Indosiar lebih memilih menyiapkan tayangan lanjutan setelah Meteor Garden tuntas. Selain versi kartun, Indosiar juga bakal menayangkan Meteor Rain, sebagai cerita lepas (empat bagian) Meteor Garden.

l ris

LIRIK LAGU METEOR GARDEN

SESUAI dengan tema cerita dari Meteor Garden, seputar kehidupan cinta kaum remaja, theme song-nya pun dipenuhi dengan lirik yang puitis tentang cinta. Coba simak dua lagu berikut yang selalu mengawali dan mengakhiri di setiap penayangan Meteor Garden.

l Nona Fiona
QING FEI DE YI (Mengelak Cinta)

B Harlem Yu

v

nan yi wangji chu zhi jian ni,
(sulit melupakan jumpa pertama denganmu)

yi shuang mi ren de yanjing,
(sepasang mata yang penuh misteri)

zai wo nao hai li ni de shen ying,
(masih terlintas di benakku bayangan dirimu)

hui san bu qu,
(tak bisa pupus)

mo ni de shuangshou,
(saat kusentuh kedua tanganmu)

ganjue ni de wenrou,
(saat kurasakan hangatnya ciumanmu)

zhende you dian dou bu guazhi,
(sulit rasanya menahan perasaanku)

ni de tian zhen, wo xiang zhen shi,
(kepolosan dirimu yang sangat kudambakan)

kan dao ni shou wei qu wo hui shangxin,
(jika kau terluka aku pun turut bersedih hati)

vv

zhi pa wo ziji hui ai shang ni,
(aku takut jatuh cinta kepadamu)

bu gai rang ziji gao de tai jin,
(aku tak berani mendekatimu)

pa wo mei shenme neng gou gei ni,
(aku takut tak dapat membahagiakanmu)

ai ni ye xuyao hen ta de yongqi,
(mencintaimu butuh banyak keberanian)

zhi pa wo ziji hui ai shang ni,
(aku takut jatuh cinta kepadamu)

yexu youtian hui qing bu zhi jin,
(mungkin suatu hari aku tak dapat lagi menahan diri)

xiangnian zhiyao ziji xu le ziji,
(kerinduanku padamu menyakiti hatiku)

ai shang ni shi wo qing fei de yi.
(aku tak bisa mengelak mencintaimu)

Kembali ke v dan vv

shen me yuanyi, yeah...
(jika suatu sebab, yeah)

wo jin ran you huiyu jian ni,
(aku bisa bertemu lagi denganmu)

wo zhende zhende bu yuanyi,
(aku berharap, sangat berharap)

jiu zheyang xianru ai de xiangjing,
(tak jatuh dalam perangkap cinta seperti ini)

Kembali ke vv

NI YAO DE AI (Cinta Yang Kau Inginkan)

B Penny Dai

v

suiran jinchang meng jian ni
(meskipun aku sering memimpikanmu)

haishi hao wu tou xu
(masih ku tak mengerti)

wai mian zheng zai xia zhe yu
(hujan yang turun)

jintian shi xingqiji
(hari apakah ini)

but I don't know, ni qu na li
(aku tak tahu, kemana kau pergi)

vv

suiran bu ceng huaiyi ni
(meskipun tak pernah kuragukan dirimu)

haishi tan te bu ding
(masih kuterus berpikir)

shui shi ni de na ge wei yi
(siapa yang ada dihatimu selamanya)

yuanliang wo huaiyi ziji
(maafkan jika ku ragu akan diriku)

vvv

wo ming bai wo yao de ai
(kutahu cinta yang kuinginkan)

hui ba wo chonghuai
(akan melarutkan diriku)

xiang yi ge xiao haizi dong zai ni huai li huai
(bagai bocah kecil yang nakal dalam pelukanmu)

ni yao de ai bu zhi she yilai
(bukan ini cinta bukan hanya kepercayaan)

yao xiang ge da nan hai
(harus seperti seorang laki-laki)

feng chui you ri sai
(dalam keadaan susah)

shenghuo zi you zi zai
(bertahan hidup dengan bebas)

Kembali ke vvv

http://tabloid-citra.com/artikel/13/edisi630/rubrik/ainfo1.asp
F4 senang-senang di serial Meteor Rain

satulelaki.com - F4 berkumpul kembali di “Liu Xing Yu (Meteor Rain)-kisah Dao Ming Shi”. Jerry yang semula lebih pendiam kini berubah lebih jail dan punya sense of humor.
F4 yang terkenal karena Meteor Garden bekerja sama kembali dalam Meteor Rain yang menceritakan kisah Dao Ming Shi, setelah sebelumnya Meteor Rain mengisahkan Mei Zuo dengan gadis pencopet yang diperankan oleh Ai Sha (cewek Jepang personel Sunday Girls) dan Xi Men dengan Xiao You diperankan oleh Rainny (personel 4 in love). Meteor Rain akan ditayangkan di televisi Taiwan pada tanggal 10 Januari menggantikan “Mi Tao Nu Hai”.
Lokasi syuting dimulai berkumpulnya F4 di Pub, Jerry yang datang mengendap-endap membuat F3 lainnya yang tengah syuting jadi berantakan. Jerry membuat wajah seram yang membuat Vic berkali-kali NG, saking gemasnya dia sambil mengejar Jerry sambil berkata “Kenapa kau terus membuat aku tertawa?” Vaness yang memelas memohon agar tidak berulah lagi, besok pagi aku masih ada kerjaan!
Karena di lokasi syuting Meteor Rain semuanya adalah kru Meteor Garden juga, maka sambil syuting sambil bercanda pula. Ada suatu saat sutradara meminta Vic “Lei, mendekat sedikit ke arah tiga orang tersebut.” Vic berkata dengan berlagak cool, “Jangan panggil aku Lei!” Kru yang mendengar segera menyampaikan perkataan Vic pada sutradara, “Dia bilang tidak begitu akrab dengan kau, mohon jangan panggil dia Lei!” Sutradara berlagak serius berkata, “Ah,maaf tuan Hua Ze Lei, tolong kau maju mendekat sedikit.” akhirnya meledak tawa di lokasi syuting.
Jerry yang beberapa waktu lalu syuting adegan cium di “Lie Ai Shang Hen/Scar Love” bersama Karen Mok, menjadi topik hangat yang ditanyakan oleh F3 lainnya. Ken mendesak Jerry, “Kau mana boleh memperlakukan Karen Mok idolaku seperti itu, sudahlah kalau kau bermain film bersama dia, tapi masih pula begitu mesra, sungguh menyebalkan!” [dea/wsd]
http://www.satulelaki.com/pecinan/0,21614,00.html

Surat Pembaca

ALAMAT DAN FOTO BETRAND ANTOLIN

Salam Kenal buat Citra,

Hallo Citra, apa kabarnya nich. Semoga kamu tambah ngetop and tambah asyik.

Aku adalah salah satu dari pembaca Citra yang setia. Aku sudah lama menjadi pelangganmu. Aku sangat senang sekali Citra memuat berbagai macam berita selebriti Indonesia maupun luar negeri.

Citra, aku ini adalah penggemar beratnya Betrand Antolin. Aku senang sekali pas Citra memuat Sehari Bersama Betrand Antolin. Kamu tahu nggak, sehari berita mengenai Sehari Bersama Betrand Antolin, aku baca lima belas kali. Karena saking senengnya aku sampai nangis-nangis. Terus terang aja aku tuh ngefans berat sama Betrand Antolin sejak aku kelas 3 SMP. Karena menurut aku, Betrand itu oranngya baik, lucu, cakep dan bisa membuat orang ketawa kalau lagi sedih. Tapi ada juga lho yang ngebuat aku benci sama Betrand yaitu sifat kekanak-kanakannya.

Citra, kapan kamu akan memuat berita tentang Betrand lagi. Boleh khan kalau saya minta kamu memuat poster Betrand.

Citra, aku mau minta tolong nih:

1. Aku minta alamat Betrand Antolin donk! Tapi jangan lupa kode posnya.

2. Karena aku adalah penggemar Betrand yang nggak mau kalah dengan penggemar-penggemar Betrand lainnya. Aku mau minta foto Betrand Antolin lewat Citra ini. Dan aku mohon Citra mau mengabulkan permintaanku ini.

Kamu pasti mau donk ngabulin permohonan aku. Tolong donk Citra kabulin permintaan aku. please...ple- ase Citra, tolong ya kabulkan! Ku tunggu lho alamat dan foto Betrand.

Puji Astuti
Yogyakarta 55752

Maaf Mbak Puji, permintaan alamat Bertrand tidak bisa kami penuhi. Surat untuk Betrand bisa dikirim melalui Redaksi Citra. Untuk foto Betrand, Mbak Puji bisa datang ke Redaksi Citra.


MASUKAN UNTUK SEMUA STASIUN TELEVISI

Dear semua stasiun tv di Indonesia.

Semoga dengan adanya usulan program dari saya dapat memacu perkembangan industri pertelevisian yang lebih maju dan mendidik bagi para pemirsanya.

TVRI: kok mutu gambar tayangan anda di layar kaca saya jelek sich? Kenapa nggak sekalian pindah ke jalur UHF?

RCTI: The Practise, Law and Order, dan Ally McBeal-nya mana? New Telkomania-nya kok "datar" aza?

SCTV: X-files-nya mana? Kok, Liputan 6 Petang-nya masih tanpa Ira Koesno?

TPI: Sebenarnya tidak relevan dengan mengajukan alasan bahwa tayangan olahraga keras itu dihadirkan karena format tayangan TPI berubah dari "pendidikan" menjadi media "komersial". Bilang saja kalau tayangan pendidikan tidak profitable, meski saya cukup salut pada Anda ketika gencar menayangkan Discovery, tetapi saya prihatin ketika Anda lebih banyak menyiarkan tayangan yang menurut saya bisa mengajak orang untuk bersikap radikal-konfrontatif.

Anteve: Ketimbang menghadirkan siaran ulang Campur-campur di malam hari, bagaimana bila slot pada pukul 22.00-23.00 WIB itu diisi dengan Sunset Beach 3 saja?

Indosiar: Setelah hengkangnya Telkomania, bagaimana kalau acara Tantangan digeser ke pukul 21.00 WIB dan pukul 22.00 diputar Meteor Garden saja? Jadi untuk Meteor Garden bisa muncul dua kali seminggu.

MetroTV: Perbanyak donk Metro Realitas-nya, minimal tiga minggu sekali.

TransTV: Setelah Volimania habis masa tayangnya, bagaimana kalau diganti dengan film animasi macam The Simpsons saja?

TV-7: HAI-7 kemana? Bagaimana kalau untuk Tajuk Sore ditambah juga dengan segmen cover headline dari Kompas Cyber Media versi online tentunya!

GlobalTV: Setelah MTV bergabung, kok wajah Dian Sastro nggak nongol lagi?

Lativi: ketika saya mengunjungi situs Anda, kok tampilannya cuma segitu saja alias nggak ada profilnya, tayangan unggulan yang ditawarkan apa, dan pernak-pernik Lativi lainnya? Oh, ya untuk sitkom yang diputar pukul 21.00 WIB bisa nggak digeser lebih malam ke jam 22.00 WIB? Kenapa sich isi Lativision kebanyakan cuma terjemahan dalam bahasa Inggrisnya untuk Lativisi Sore, kalau gitu sama juga bo'ong?

Terima kasih bagi yang mau memuat dan menanggapi positif surat saya.

Wiliam
wiliam@telkom.net


SIAPA TAKUT JATUH CINTA ( I )

Hi,

Citra lu tambah keren deh!! Gua kritik nih, boleh kan??? Gua mo tanya SCTV udah ngga ada ide cerita lain lagi ya. Gua rasa SCTV makin hari makin banyak aja film yang ia jiplak kayak film Siapa Takut Jatuh Cinta yang dijiplak dari film Meteor Garden, dan film-film FTV.

Gua sebel abis liat gaya Leony, Indra di film STJC. Gua pikir episode pertamanya bakal seru eh, rupanya memuakkan, membosankan dan merusak karakter pemain aslinya di Meteor Garden. Gua anjurin buat SCTV jangan banyak-banyak deh, episodenya, membosankan.

Buat Leony jangan munafiklah jadi orang, di Citra bilang "BELUM BOLEH PACARAN", tapi nyatanya banyak isu kalo lagi pacaran ama Roger Danuarta.Gua rasa tak cocok deh.

Ok deh, buat Citra semoga tambah keren dan sukses aja ya.

Delna Chandra
eveline_lie_funky@yahoo.com


SIAPA TAKUT JATUH CINTA (II)

Redaksi Yth,

Tampaknya negeri kita tercinta ini dipenuhi plagiator alias penjiplak. Mulai dari sinetron, Siapa Takut Jatuh Cinta dan Pelangi di Matamu, yang ide dasarnya diambil dari sinetron Meteor Garden dan Die Standler. Setelah dibanjiri kritik, akhirnya skenarionya dirombak dan diperpanjang sehingga jadi terlihat cerita asli.

Ini juga terjadi pada video klip. Coba lihat gaya The Groove di video klipnya terbaru. Mirip dengan The Corrs di Would You Be Happier kan? Juga Nafa Urbach, Lebih Baik Putus yang nyontek abis I'm A Slave 4 U dari Britney Spears. Bahkan, Dhani DEWA menjiplak isi novel karya bangsa sendiri untuk lyric lagunya. Ya ampun! Apa udah nggak ada ide lain? Bagaimana kreator-kreator Indonesia? Apakah harus selalu diilhami budaya asing?

Amelia
legally_blonde12002@yahoo.com
http://tabloid-citra.com/artikel/13/edisi630/rubrik/cmania1.asp

SINETRON LOKAL LEBIH LEGIT
Karya Adaptasi dalam Sinetron (1)


SUDAH bisa diduga, meskipun Siapa Takut Jatuh Cinta dituding sebagai karya adaptasi, hasilnya tak mengecewakan. Dengan rating 11,1 untuk episode satu, Siapa Takut seakan mempertegas bahwa adaptasi dengan warna lokal lebih enak dinikmati. Fakta empiris sudah membuktikan kemanjuran karya adaptasi. Daftar panjangnya juga bisa disebut.

MEMANG benar adaptasi sinetron lokal lebih legit dinikmati. Tahta yang merupakan adaptasi dari serial The Big Family (TVB ­ Hong Kong) sepanjang tayangannya (1996) tak pernah jauh dari kelompok lima besar tayangan untuk seluruh program dan seluruh stasiun televisi. Begitu juga dengan Tirai Sutra (1996) yang merupakan adaptasi serial produksi TVB ­ Hong Kong berjudul My Friend, My Enemy ­ yang sukses secara komersial. Ratingnya sangat meyakinkan.

Indosiar semakin dominan dengan serial adaptasi ketika menayangkan serial komedi Kipas-kipas Asmara (1996). Serial komedi yang selalu berada di lima besar serial dalam jam tayang utama ini, sukses melambungkan nama Inneke Koesherawati dan Zainal Abidin Domba sebagai pemain sinetron. Serial yang diadaptasi dari serial komedi TVB berjudul asli Lin Mon Chang-fu ini juga ikut mendongkrak citra Indosiar. Sejak tayangan Tahta, Tirai Sutra dan Kipas-kipas, Indosiar mampu mempopulerkan pola tayangan striping day (tayangan harian).

Triyandy Suyatman, Kepala Divisi Program Indosiar, mengakui kerja sama Indosiar dan TVB-Hong Kong jelas. Pembelian naskah skenario dan produksi tayangannya tertuang dalam perjanjian proyek technical assistence. Ia menjadi bagian dari proyek kerja sama dua stasiun televisi komersial tersebut.

Ternyata, sinetron adaptasi Indosiar begitu disukai pemirsa. "Kami yakin, warna lokal lebih disuka pemirsa dibanding kalau membeli utuh tayangan serialnya," tutur Triyandy. Selain Tahta, Tirai Sutra dan Kipas-kipas, Indosiar tak berhenti membeli hak produksi skenario untuk sinetron adaptasi. Masih ada serial Dua Dunia, Tantangan, juga Bias-bias Kasih.

Bias-bias adalah kasus istimewa. Hak produksi skenarionya dibeli dari stasiun TCS (Television Corporation of Singapore). Indosiar melakukan dua kali pembelian program ini. Pertama adalah pembelian hak tayang serialnya, Silk and Romance (Indosiar menerjemahkannya menjadi Cinta Selembut Sutra). Kemudian Indosiar membeli hak produksi skenarionya (adaptasi). Judul sinetronnya adalah Bias-Bias Kasih dibintangi Cok Simbara, Keke Harun dan Inez Tagor. Uniknya lagi, setelah tayangan awal (sesuai skenario) sukses, Indosiar bermaksud memperpanjang produksinya. Maka dikembangkanlah (diulur-ulur) skenarionya, sehingga tidak sama dengan aslinya. Hasilnya, jauh dari memuaskan, rating Bias-bias melorot.

Sudah bukan rahasia lagi, sesungguhnya harga pembelian program tidak jauh berbeda dengan harga pembelian hak produksi (adaptasi) skenario sebuah program. Menurut Triyandy, harga program Silk and Romance saat itu sekitar 4000 dolar (kurs Rp 2300-an).

DENGAN fakta empiris, tak semestinya produser Siapa Takut Jatuh Cinta terlambat membeli hak produksi (adaptasi) skenario Meteor Garden. (Baca halaman 10, Meteor Garden: Indosiar Tak Mau Pusing). Sinetron adaptasi bukanlah produksi yang ditabukan. Kreativitas dalam dunia industri televisi tidak selalu diterjemahkan secara eksplisit. Kreativitas tak selalu menawarkan kebaruan atau orisinalitas. Adaptasi, produksi ulang (remake) atau proses imitatif pun bisa menjadi sebuah proses kreatif dari produksi serial baru. Hasilnya, tentu saja lebih bisa dinikmati pemirsanya.

Adegan di serial sinetron Dua Hati Menyatu (disutradarai Sharad Sharan) pun memiliki kesamaan, ketika Wulan Guritno (sebagai Dilla) bertemu Gunawan (Ferry) di kampus. Digambarkan, Ferry membuka kaca mata hitam dan berbalik mengagumi kecantikan Dilla yang lewat dengan sok cuek. Bagi yang sudah menonton Kabhi Kushi Kabhie Ghum, adegan tersebut mengingatkan pada scene yang sama antara Kareena Kapoor dan Hritik Roshan saat jumpa di kampus. Apakah scene ini usaha Sharad Sharan melakukan proses adaptasi, atau memang sebuah kebetulan? Wallahu 'alam.

Menyaksikan tayangan awal Siapa Takut, sesungguhnya pihak produser telah melakukan proses kreatif yang manis. Pemilihan karakter yang menawan dan begitu segar tentu membuat betah pemirsa. Begitu juga menyaksikan Leoni VH (Oni) saat emosi. Akting Leoni dengan mata berkedip begitu alami. Apalagi dialog-dialog yang ditulis Lintang Pramudya sangat bernas, menjadikan Siapa Takut lebih memikat. Tak sedikit surat pembaca di Citra (maupun di layanan on-line Citra) memuji serial produksi Prima Entertainment ini.

Sejak awal sudah bisa diduga, Siapa Takut bakal berating dua digit (rating 11,1). Nyatanya dugaan ini tak meleset. Bandingkan dengan Meteor Garden, meski disuka dan digilai ratingnya masih terpatok di bawah 10. Meskipun angka sebesar ini sangat besar untuk tayangan selepas jam tayang utama (prime time).

Jelas, nuansa (adaptasi) lokal lebih disuka dibanding tayangan aslinya. Tentunya, untuk industri televisi jargon 'tak seindah warna aslinya' tidaklah berlaku. Sepanjang adaptasi dilakukan secara beretika. Tak perlu takut membuat sinetron adaptasi.
http://tabloid-citra.com/artikel/13/edisi630/rubrik/sbedah1.asp

METEOR GARDEN
CINTA SEGI EMPAT ALA TAIWAN
INDOSIAR (Tiap Senin, Mulai 1 April, 22.00 WIB)

DARI komik Jepang berjudul Hana Yori Dango, diadaptasi jadi serial drama remaja. Judulnya Meteor Garden atau Liu Xing Hua Yuan. Hasil adaptasi ini ternyata jadi fenomena baru untuk tayangan drama remaja di Taiwan, Cina dan Hong Kong. Uniknya, berkat serial 19 episode (awal) ini, muncul boys band bentukan baru ­ F4 dengan popularitas di awang-awang. Ngetop banget!

Fenomena menarik itu bisa dilihat dari tayangan televisi dan versi videonya (VCD). Sedikitnya, satu juta keping video bajakan beredar di wilayah Cina. Di sini, kemasan VCD bajakannya sudah menyebar di mana-mana. Meteor Rain, lagu temanya, sekaligus album perdana kelompok F4, sudah terjual hampir setengah juta kopi.

Vic Chou (Chai Chai), Jerry Yan (Bao Long), Vaness Wu dan Ken Zhu adalah empat pemuda yang merasakan nikmatnya disanjung, dipuji dan diidolakan remaja-remaja. Mereka telah menyisihkan sedikitnya 1.000 pesaing dalam audisi mencari bintang Meteor Garden. Keempat remaja inilah yang kemudian disatukan dalam grup F4.

Meteor bertutur tentang Shan Cai atau Sao Cai (Xu En Ai) yang berkeinginan masuk sekolah elit yang didirikan anak-anak orang superkaya. Di antaranya adalah Dao Ming Shi (Jerry Yan), Hua Ze Lei (Vic Chou), Xi Men (Ken Zhu) dan Mei Zuo (Vaness Wu).

Dalam satu kesempatan, Sao Cai bertemu dengan Dao Ming. Sayangnya, Sao Cai menolak cinta Dao Ming. Ia lebih menyukai Hua Ze Lei. Hua sendiri menyukai Teng Tang Jing.

Cinta segi empat inilah yang menjadikan jalinan cerita Meteor begitu disuka. Apakah cerita Meteor berakhir di episode ke-19, langsung ditampik produser serial ini. Meteor sudah menyelesaikan produksi lanjutannya.
http://www.tabloid-citra.com/Artikel/12/edisi625/rubrik/SBedah2.asp

Wu Yanzu jatuh cinta pada Hsu Chi?

satulelaki.com - Dalam film, nasib orang bisa berubah sesuai keinginan sutradara. Wu Yanzu dalam Boli Zhi Cheng dulu pernah bekerja sama dengan si cantik Hsu Chi. Ketika itu dia berperan sebagai anaknya Leon Lai yang kekasih Hsu Chi. Jika di film itu ia hanya bisa menyaksikan sang ayah bermesraan dengan Hsu Chi, maka dalam Beijing Le Yu Lu, Wu diberi peran selingkuhannya Hsu Chi, yang berperan sebagai gadis penari yang cantik.
Wu pun diminta melakukan adegan ranjang dengan Hsu Chi. Sayang sutradara Zhang Wanting beranggapan film ini tak memerlukan adegan ranjang sehingga terpaksa terkena gunting sensor.
Wu yang berperan sebagai penyanyi Hongkong yang dikirim ke Beijing karena suka berkelahi itu sungguh menyayangkan penghilangan adegan itu. “Sayang sekali…padahal aku curahkan seluruh perasaanku…waktu harus lakukan adegan ranjang itu aku sepertinya jatuh cinta sungguhan sama Hsu Chi,” akunya.
Wu menyebut Hsu Chi sebagai aktris yang istimewa. Waktu membuat Boli mereka belum akrab, tapi kali ini sungguh dekat. Walau baru berumur 25 tahun Hsu Chi tampak dewasa. Pengalamannya juga banyak. Wu mengaku Hsu Chi pun punya kesan yang baik padanya.
Tak hanya dengan Hsu Chi. Wu pun pernah beradegan ranjang dengan Joey Wong dalam Youyuan Jingmeng. Bagaimana kesannya pada adegan ranjang dengan kedua bintang cantik. Wu menjawab keduanya berbeda. “Yang satu hampir tanpa adegan seni, yang lainnya penuh adegan seni.” [wsd]
http://www.satulelaki.com/pecinan/0,19151,00.html

F4 kondang lewat Meteor Garden

satulelaki.com - Paparazi dan penggemar selebriti mandarin sedang dihinggapi demam F4. Kelompok 4 lelaki tampan asal Taiwan ini mulai berkibar setelah serial perdana mereka Meteor Garden (Liu Xing Hua Yan), yang diadaptasi dari komik jepang (manga) dengan judul yang sama, beredar di pasaran.
Jerry Yan (Yan Cheng Xu), Vic Zhou (Zhou Yu Ming), Ken Zhu (Zhu Xiao Tian) dan Vanness Wu (Wu Jian Hao) tidak dikenal orang hingga diputarnya serial tersebut. Sekarang mereka menjadi topik hangat di Taiwan, Singapura dan Hongkong. Entertainment News TVBS Taiwan setiap hari menayangkan berita mereka dari berbagai jumpa fans ataupun interview.
Ketenaran mereka di Meteor Garden dibarengi dengan diluncurkannya album perdana Meteor Rain (Liu Xing Yu) yang dalam 1 minggu telah terjual 180.000 kopi dan dimulainya acara TV berjudul ‘ABCDEF4’ di TVBS dengan F4 sebagai pembawa acara. Inilah gambaran singkat dari anggota-anggotanya (berdasarkan arah jarum jam).

Jerry Yan (kiri atas) , 24 tahun, mantan model dan peragawan adalah anggota terpopuler. Lahir 1 January 1977, ia mempunyai nilai lebih pada bentuk badan, lesung pipit yang manis saat tersenyum dan 'twinkling eyes'. Banyak orang yang menilainya sombong karena karakternya yang sangat terus terang dan keras kepala. Jerry ahli dalam bermain basket, aktif dan sangat serius dalam bekerja.
Vic Zhou, 20 tahun, mempunyai panggilan Zai zai (bahasa kanton untuk little boy). Lahir 9 Juni 1981, ia dikenal mempunyai selera humor yang tinggi, sering terlihat tertawa kecil dengan penampilannya yang boyish looks dan puppy-dog eyes. Dikenal ramah dan happy-go-lucky (easy going), Vic mulai menyaingi Jerry dalam jumlah fans.
Media memanggilnya Goofy Vic atau Funny boy. Ketika diminta untuk memperlihatkan bagaimana cara ia memikat (electrifies) seseorang dengan suaranya, dia berkata: "Dian dian dian dian .." (bahasa mandarin untuk electrocute) dan ketika ia 'tertangkap basah' membetulkan celananya yang kebesaran dalam sebuah pengambilan foto, dia berkelekar, "Saya rasa kamera menangkap pakaian dalam saya.. tetapi untungnya, saya memakai celana yang bagus hari ini.."
Ken Zhu, 22 tahun, dikenal pandai memasak dan menguasai Singlish karena ia pernah belajar di Singapura selama 8 tahun. Juga dikenal happy-go-lucky.
Vanness Wu, 22 tahun, sangat ahli dalam dansa dan bernyanyi. Dia terbukti menguasai breakdance dan Salsa dengan baik. Lahir di Los Angeles, 7 Agustus 1978, ia mendapat pendidikan Amerika dan dikabarkan tidak mempunyai banyak teman di Taiwan.
Mau tahu rahasia mereka? Jerry masih mengharapkan cinta pertamanya, seorang seniornya di sekolah. Ia ingin mencarinya, tetapi agennya menolak dengan menyatakan Jerry tidak mempunyai waktu untuk pacaran.
Vic selalu merasa tidak aman dengan gadis-gadis cantik, menurut temannya dia akhirnya selalu memilih gadis yang ‘too ugly or too fat’. Lain halnya dengan Ken, ia mempunyai 7 lubang tindik di seluruh badannya, masing-masing sebagai kenangan. Sedangkan Vanness pernah sangat gemuk, beratnya pernah mencapai 90 kg, sehingga sekarang dia sangat hati-hati dengan apa yang dimakannya. [cl3o/wsd/Singapura]
http://www.satulelaki.com/pecinan/0,19018,00.html

Comments :

1

Makasih mas Yudhim..:)
Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang | Blog SEO | cah bagoes | oes tsetnoc

moratmarit said...
on 

Post a Comment

Informasi Pilihan Identitas:
Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger.
Lainnya : Jika tidak punya account blogger namun punya alamat Blog atau Website.
Anonim : Jika tidak ingin mempublikasikan profile anda (tidak disarankan).