2008-02-23

Mahasiswi BINUS Diculik dan Diperkosa

JAKARTA, JUMAT-MAHASISWI Universitas Bina Nusantara (Binus), Lus, disekap dua hari di sebuah hotel di Bekasi oleh tiga pria. Gadis berkulit putih dan berambut lurus sepunggung itu dirampok luar dalam.

Dua hari terkelam bagi gadis berwajah oriental itu bermula ketika Lus seorang diri berdiri di depan Mal Citra, Jalan S Parman, Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (16/2) malam. Mahasiswi itu menunggu taksi untuk pulang ke rumah kosnya di Palmerah, Jakarta Barat. Saat itulah, seorang pria menodong Lus dengan pisau. Gadis berusia 20 tahun itu lantas dipaksa masuk ke sebuah mobil Isuzu Panther sekitar 10 meter dari tempatnya berdiri. Di dalamnya terdapat dua pria. Lalu, tangan Lus diikat sedangkan matanya ditutup kain. Mobil tersebut lantas meluncur ke Bekasi.

Sepanjang perjalanan ke Bekasi, Lus diikat dan diancam sehingga tidak berani melawan. Dia juga jadi obyek pelecehan seksual para pria itu. Mobil kemudian berhenti di sebuah hotel di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur. Mahasiswi asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu pun dibebaskan dari ikatan dan disuruh memesan kamar kepada petugas hotel.

Menurut Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Barat Kompol Sujudi, sejauh itu Lus tidak memiliki kesempatan untuk minta tolong karena dibayang-bayangi para pria tersebut. "Lus tak bisa berbuat apa-apa karena ketiga pria itu berada di belakangnya dan mengancam akan membunuh jika Lus macam-macam," tuturnya, Kamis (21/2).

Di kamar hotel, ketiga pria itu kembali mengikat Lus. "Mereka lantas berusaha memerkosa namun Lus melawan dan berontak," kata Sujudi. Perlawanan Lus membuat ketiga pria itu naik pitam. Mereka lantas memukuli Lus dan memberinya obat bius. "Lus jadi tidak sadarkan diri. Ketika siuman, kondisinya sudah lusuh," imbuhnya.
Diduga, selama tidak sadarkan diri, mahasiswi itu diperkosa. Menurut Sujudi, Lus tersadar pada Minggu (17/2) siang. Saat itu, ketiga pria yang menyekapnya sudah tidak ada. Sedangkan barang-barang berharga milik Lus, yakni dua handphone (HP) dan uang Rp 100.000 raib.

Lus kemudian minta tolong petugas hotel. Dia pun lantas menghubungi sang kakak yang tinggal satu kos dengannya di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Sang kakak lantas menjemput Lus dan mengantar melaporkan kejadian tersebut ke Porestro Jakarta Barat. Ketika meminta keterangan Lus, polisi mendapatkan gambaran tentang kronologi peristiwa itu dan para pelakunya. "Kami lalu melakukan investigasi. Berdasarkan keterangan korban tentang ciri-ciri pelaku, ada beberapa kelompok yang kami curigai," tutur Sujudi.

Pada Kamis (21/2) siang, polisi menangkap Alex (30), warga Pulogadung, Jakarta Timur, yang terlibat perampokan dan pemerkosaan itu. Sedangkan dua kawan Alex hingga semalam masih dicari. "Mereka kawanan pencuri. Awalnya mereka berniat untuk mengambil telepon genggam Lus. Tapi karena mereka menilai Lus cantik, akhirnya mereka melakukan penyekapan dan pemerkosaan," papar Sujudi.

Sementara itu, menurut seorang petugas, Alex sempat mengatakan bahwa ia dan teman-temannya tidak menodong dan memerkosa Lus. "Menurut Alex, Lus adalah jablay (maaf, pelacur-Red) . Mereka membawanya dari Diskotek Millenium di Jalan Gajah Mada," tuturnya. Pengakuan Alex ini sempat membuat polisi bertanya-tanya karena sangat berbeda dengan pengakuan Lus.

Berdasarkan catatan Warta Kota, sejumlah mahasiswa maupun mahasiswi Binus pernah menjadi korban kejahatan. Sebelum kasus yang menimpa Lus, ada sebuah kasus penculikan yang korbannya adalah Probo Pramono, mahasiswa semester I Fakultas Ilmu Komputer Binus. Peristiwa yang menimpa Probo terjadi 23 Januari 2008. Saat itu, Probo dalam perjalanan ke rumahnya di Glodok, Jakarta Barat. Di tengah jalan, ia dicegat oleh empat pria. Probo lalu dipaksa masuk taksi dan dibawa ke Depok, Jawa Barat. Probo diikat dan dipukuli. Uang tabungannya dikuras oleh para penculik. Para penculik juga meminta tebusan Rp 200 juta kepada orangtua Probo.

Namun Probo dapat melarikan diri, sementara orangtua Probo tidak sampai menyerahkan uang tebusan itu. Sampai berita ini diturunkan keempat penculik Probo belum tertangkap. Peristiwa yang mengerikan terjadi pada awal Agustus 2005, menimpa Yenny Ho, mahasiswi jurusan Akutansi Komputer, Binus. Yenny ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di rumah kosnya di Palmerah. Belakangan terungkap, mahasiswi itu dihabisi oleh penjaga rumah kos. (Warta Kota/Toto Sunandar)

Comments :

1

sungguh bejat si prampon tsb..

cempluk said...
on 

Post a Comment

Informasi Pilihan Identitas:
Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger.
Lainnya : Jika tidak punya account blogger namun punya alamat Blog atau Website.
Anonim : Jika tidak ingin mempublikasikan profile anda (tidak disarankan).