Yudhi'm Blog

Blog yang berisi berbagai macam tulisan & tutorial umum. Enjoy the blog here!!!

Banner Iklan

Banner Iklan
728x90

Banner Iklan

Banner Iklan
970x90

PERANGKAP TIKUS

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah

setelah berbelanja.

Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor

tikur memperhatikan dengan seksama sambil menggumam

"hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari

pasar??"



Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini

adalah Perangkap Tikus.

Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari

menuju kandang dan berteriak " Ada Perangkap Tikus

di rumah....di rumah sekarang ada perangkap

tikus...."



Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkat

tikus"



Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut

bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap

diriku"



Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil

berteriak.



Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber

simpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan"



Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.

" Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya

buat aku sama sekali"



Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sng ular

berkata "

Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan

mencelakai aku"



Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah

mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.



Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar

suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan

telah memakan korban. Ketika melihat perangkap

tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular

yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan

menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami

sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri

tidak sempat diselamatkan.



Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan

kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa

hari kemudian istrinya tetap demam.



Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh

suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat

bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan

segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.



Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda.

Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing.

Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil

hatinya.



Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya

mneninggal dunia.



Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman.

Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya

untuk memberi makan orang-orang yang melayat.



Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh

kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat

Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan

lagi.



SO...SUATU HARI..KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG

DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN

ANDA... PIKIRKANLAH SEKALI LAGI


---------------------------------------------------

-------------------

Di pesisir sebuah pantai, tampak dua anak sedang

berlari-larian, bercanda dan bermain dengan riang

gembira. Tiba-tiba, terdengar pertengkaran sengit

di antara mereka, salah seorang anak yang bertubuh

lebih besar memukul temannya sehingga wajahnya

menjadi biru lebam. Anak yang dipukul seketika diam

terpaku. Lalu, dengan mata berkaca-kaca dan raut

muka marah menahan sakit, tanpa berbicara sepatah

katapun, dia menulis dengan sebatang tongkat di

atas pasir: "Hari ini temanku telah memukul aku

!!!"

Teman yang lebih besar merasa tidak enak, tersipu

malu tetapi tidak pula berkata apa-apa. Setelah

berdiam-diaman beberapa saat, ya ..dasar-anak-anak,

mereka segera kembali bermain bersama. Saat lari

berkejaran, karena tidak berhati-hati, Tiba-tiba,

anak yang dipukul tadi terjerumus ke dalam lobang

perangkap yang dipakai menangkap binatang "Aduh....

Tolong....Tolong!" ia berteriak kaget minta tolong.

Temannya segera menengok ke dalam lobang dan

berseru "Teman, apakah engkau terluka? Jangan

takut, tunggu sebentar, aku akan segera mencari

tali untuk menolongmu". Bergegas anak itu berlari

mencari tali. Saat dia kembali, dia berteriak lagi

menenangkan sambil mengikatkan tali ke sebatang

pohon "Teman, Aku sudah datang! Talinya akan kuikat

ke pohon, sisanya akan ku lemparkan ke kamu,

tangkap dan ikatkan dipinggangmu, pegang erat-erat,

aku akan menarikmu keluar dari lubang".

Dengan susah payah, akhirnya teman kecil itupun

berhasil dikeluarkan dari lubang dengan selamat.

Sekali lagi, dengan mata berkaca-kaca, dia berkata,

"Terima kasih, sobat!". Kemudian, dia bergegas

berlari mencari sebuah batu karang dan berusaha

menulis di atas batu itu "Hari ini, temanku telah

menyelamatkan aku".

Temannya yang diam-diam mengikuti dari belakang

bertanya keheranan, "Mengapa setelah aku memukulmu,

kamu menulis di atas pasir dan setelah aku

menyelamatkanmu, kamu menulis di atas batu?" Anak

yang di pukul itu menjawab sabar, "Setelah kamu

memukul, aku menulis di atas pasir karena kemarahan

dan kebencianku terhadap perbuatan buruk yang kamu

perbuat, ingin segera aku hapus, seperti tulisan di

atas pasir yang akan segera terhapus bersama tiupan

angin dan sapuan ombak.

Tapi ketika kamu menyelamatkan aku, aku menulis di

atas batu, karena perbuatan baikmu itu pantas

dikenang dan akan terpatri selamanya di dalam

hatiku, sekali lagi, terima kasih sobat".

Pembaca yang budiman,

Hidup dengan memikul beban kebencian, kemarahan dan

dendam, sungguh melelahkan. Apalagi bila orang yang

kita benci itu tidak sengaja melakukan bahkan

mungkin tidak pernah tahu bahwa dia telah menyakiti

hati kita, sungguh ketidakbahagiaan yang sia-sia.

Memang benar.... bila setiap kesalahan orang kepada

kita, kita tuliskan di atas pasir, bahkan di udara,

segera berlalu bersama tiupan angin, sehingga kita

tidak perlu kehilangan setiap kesempatan untuk

berbahagia.

Sebaliknya.. tidak melupakan orang yang pernah

menolong kita, seperti tulisan yang terukir di batu

karang. Yang tidak akan pernah hilang untuk kita

kenang selamanya.


---------------------------------------------------

-------------------

Nilai sebuah senyuman

dia tidak minta bayaran, tapi menciptakan banyak.
dia memperkaya mereka yg menerimanya.
tanpa membuat melarat mereka yg memberinya.
dia hanya terjagi sekejap,namun…….
kenangan tentangnya kadang2bertahan lama.
tak seorangpun meskipun begitu kaya
mampu bertahan tanpa dia.dan…….
tak seorangpun yg begitu miskin,tetapi
menjadi kaya karena manfaatnya.
dia menciptakan kebahagiaan untuk orang lain.
dia memberi rasa dalam letih,sinar terang dlm

keputusasaan.sinar mentari dari kesedihan dan

penangkal bagi kesulitan dalam hidup.
namun dia tidak bisa dibeli,dipinjam atau dicuri.
karena dia adalah sesuatu yg tidak berguna,sebelum

diberikan kepada orang



---------------------------------------------------

-----------------
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
2 Komentar untuk "PERANGKAP TIKUS"

Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini HANDAYANI seorang TKW dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar IBU DARNA yg dari singapur tentan AKI SYHE MAULANA yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dr hasil ritual/ghaib dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.230.000 Ringgit ,kini saya kembali indon membeli rumah dan kereta walaupun sy Cuma pembantu rumah tanggah di selangor malaysia , sy sangat berterimakasih kepada AKI SYHE MAULANA dan tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI MAULANA saya juga sudah bisa sesukses ini. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, ini adalah kisah nyata dari seorang TKW, Untuk yg punya mustika bisa juga di kerjakan narik uang karna AKI MAULANA adalah guru spiritual terkenal di indonesia. jika anda ingin seperti saya silahkan kunjungi situs/website AKI MAULANA ~>KLIK DISINI<~  yg punya rum terimakasih atas tumpangannya.

Informasi Pilihan Identitas:
Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger.
Lainnya : Jika tidak punya account blogger namun punya alamat Blog atau Website.
Anonim : Jika tidak ingin mempublikasikan profile anda (tidak disarankan).

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top