2008-04-16

Skandal Seks di Gereja Katolik Roma

Maaf sebelumnya jika ada kata-kata yang kurang berkenan bagi temen2 yang beragama non muslim saya hanya memberikan informasi bukan untuk mengadu domba antar agama.Saya minta maaf jika saya punya kesalahan karena ini coz saya baca dari situs hidayahtullah
dan situs VOA
ini merupakan kenyataan di lapangan.makasih.....

Kumpulan orang-orang bersorak saat pesawat yang membawa Paus Benediktus mendarat di bandara Angkatan Udara Andrews, diluar Washington, Selasa. Ini merupakan kunjungan Paus yang pertama ke Amerika sejak ia terpilih sebagai pemimpin Greja Katolik Roma.



Presiden George Bush, ibu Negara Laura Bush dan putri mereka, Jenna, menyambut Paus dengan jabatan tangan setelah ia turun pesawat dan berjalan diatas karpet merah yang dipenuhi barisan personil militer dalam seragam khusus upacara. Paus melambaikan tangan dan mengulurkan tangan kearah para kardinal dan para imam lainnya yang sudah menunggu.

Selama lawatan Paus selama 6 hari, ia dijadualkan menyelenggarakan misa di udara terbuka di Washington dan New York. Ia juga akan berpidato dihadapan pemimpin Universitas-Universitas Katolik, bertemu dengan wakil-wakil agama lain, dan bersembahyang dilokasi kejadian 11 September, tempat berdirinya Menara World Trade dulu.

Beberapa pakar berpendapat puncak dari acara Paus Benediktus adalah pidatonya dihadapan PBB Jumat mendatang.

Sementara berada di Amerika, Paus akan memperingati dua hari penting bagi dirinya, ulang tahunnya yang ke 81 pada hari Rabu, serta tahun ketiga dari masa jabatannya sebagai Paus pada hari Sabtu.

Sebelumnya, dalam penerbangannya ke Washington, Paus mengatakan ia sangat malu dengan skandal pelecehan seks oleh imam yang menimpa Gereja Katolik Roma Amerika. Paus membuat komentarnya kepada reporter di pesawat Alitalia yang membawanya ke Amerika untuk kunjungan pertama sejak ia terpilih sebagai Paus.

Paus Benediktus XVI,mengatakan dirinya sangat malu atas skandal pelecehan seksual oleh sejumlah pemimpin agama yang terjadi dalam gereja Katolik.

Dia berjanji akan berusaha untuk memastikan bahwa pelecehan semacam itu tidak akan terjadi lagi dan para paedophilia tidak akan menjadi pendeta.

"Paedofilia sangat bertentangan dengan nilai agama. Lebih baik hanya ada sedikit pastur yang baik daripada memiliki yang banyak," ujar Paus.

Sebagai upaya memulihkan trauma anak-anak yang menjadi korban, Paus berjanji Gereja akan melakukan berbagai cara dan memastikan kejadian tu tidak terulang lagi.

Ia juga mengatakan Gereja akan melakukan segala-galanya guna menjamin skandal ini tidak terulang lagi. Katanya, Greja Katolik tidak akan memperbolehkan penderita kelainan seks pedophilia melakukan pelayanan.

Sebagaimana dieketahui, sejak kasus pelecehan seksual pertama terbongkar pada tahun 2002, gereja Katholik Roma Amerika, telah membayar ganti rugi ratusan juta dolar. Gereja terguncang sejak mulai mengemuka berbagai pelecehan seks yang dilakukan para pendeta.

dari berbagai sumber..

Comments :

22 comments to “Skandal Seks di Gereja Katolik Roma”

memang benar...
tetapi alangkah baiknya jika kita tidak melihat buruknya sikap dan perbuatan dari jabatan dan agama?
atau warna kulit, suku...
manusia dicptakan pada dasarnya adalah baik dan mulia
dosa terjadi karena manusia lemah dan membuka pintu untuk berkompromi dengan bentuk-bentuk dosa dan kesesatan
coba lebih bijaksana lagi dalam menanggapi berita... ya....
ada link bagus yang bisa anda buka:
http://ladangTuhan.com
http://maulanusantara.wordpress.com

salam hangat,

kak nana

Permenungan said...
on 

itu tergantung pada dasar agama itu sendiri...

ningrat said...
on 

Gw salut ma loe Yud, dah mau berbagi ilmu ma kita smua,thank's for all bro..mikeholic@yahoo.co.id

Anonymous said...
on 

buat para comment
jgn sok suci, sebelum ksh comment lihat dulu ke dalam diri sendiri, sudah panteskah kita?
kalo kita udah paling benar baru boleh kasih comment yg bermutu dikit, smua agama dasarnya baik, manusianya itu yg perlu dilihat entah apapun latar belakangnya.
kepada para comment:apakah ente ente jg nda pernah lht film porno? lht cewe cantik trus mata jelalatan? trus suit suit cew yg lewat pake rok mini? alah ngaku aje! OK DUB smoga semua makhluk hidup bisa saling berjabat tangan. karena sumber kita smua sama dari Allah-- Salam (^^)v

Anonymous said...
on 

Lo sendiri apa udah ngaca? apa lo gak sok suci dengan sok sok menjudge para commentator yang lain?? Baca lagi komen di atas, jangan langsung maen semprot!

Anonymous said...
on 

Menurud saya paus mengatakan hal yang baik dengan melakukan penyesalan dan mau memperbaiki kinerjanya sebagai pemimpin umat katolik.

Hal seperti pelecehan seksual sangat dimungkinkan bagi organisasi tertutup seperti gereja katolik roma yang orang luar tidak dapat masuk dan melakukan pengawasan.

Hal yang kita harus ambil manfaatnya adalah sebaiknya sebuah organisasi bersifat terbuka (Khususnya organisasi keagamaan apapun) sehingga terjadi reformasi terus-menerus yang pada akhirnya berujung pada kesempurnaan dan menghindari kejadian buruk

a_yonathan said...
on 

Kepercayaan apapun yang ingin dipeluk seseorang,
Aku perlakukan mereka sama dan
Ku-berikan berkah yang setimpal supaya ia lebih mantap

(Bhagavad Gītā, 7.21)

Anonymous said...
on 

seandainya aturan tdk boleh nikah dikalangan gereja katholik dicabut hal ini tdk akan terjadi. Karena dasar tidak boleh nikah ini tdk ada dalam alkitab dan nikah adalah fitrah manusia yg tidak bisa dikekang oleh manusia.

Anonymous said...
on 

apapun itu semua ada baek buruknya..........tapi sebagai orang katolik aku percaya bahwa pelayan Tuhan juga manusia,,gak ada manusia yang gak punya dosa....

Anonymous said...
on 

yoi, gak masalah terbuka kr era globalisasi. manusia mana yang gak pernah berdosa, pastor juga manusia. namun, klu kita jatuh, kita jangan malu untuk bangkit lagi dan tobat tidak melakukannya lagi. yg jelas gereja katolik tetap dalam kerangka yang benar kr iman yang benar memiliki akar sejarah. injil mrpkan fakta sejarah ttg terbentuknya gereja Kristus yang tidak dapat salah, yg bisa salah manusianya tp tetap dapat pengampunan bila bertobat dan kembali kpd iman.

Anonymous said...
on 
This comment has been removed by the author.
petroleumpeter/Petrus Paulus Mbette Suhendro said...
on 

I HATE MOSLEM. . .FUCK OF ISLAM. . .MUHAMMAD IS A GIGOLO, AND HIS MOTHER IS A BITCH

Stefanus Andy said...
on 

wah stefanus andy sepertinya ingin memancing debat tidak berguna. Para komentator jgn diladeni. Aku yakin dy pasti bukan muslim ataupun katolik. Kemungkinan besar adalah Atheis atau Trouble mAker

luqy said said...
on 

untku yg pux blog ini sya yakin skali bhwa pasti blm mendalmi alquran dan kenabian Muhammad.. Perjalanan muhammad sampai trwahyux alquran.. Kalo dy paham pasti dy akan brtaxa.. Pantas kah seorg Muhammad di sebut nabi...?????? Tp tdak apa,krn ktdak tahuanx mka swtu wkt nanti ia akan kmbli ke jalan Tuhan.. Yg mlakukan pelchan sex itu manusia biasa.. Tp pantaskah seorg nabi melakukan pelecehan sexsual??

AL AMIN said...
on 

hei al amin... apa maksud anda ?
anda sendiri tidak tau dan tidak mengerti tentang nabi muhammad,
jadi jangan ngomong sembarangan...

Anonymous said...
on 

emang pendeta itu hobinya ngeseks doang! Otaknya bokep semua

Anonymous said...
on 

saya tidak ingin menghakimi anda dengan berkata "kalian itu munafik", "sok suci" atau kata kata lain. saya hanya ingin mengajak anda untuk lebih membuka pikiran dan hati anda untuk menerima Tuhan / Allah.

bagi yang berpendapat bahwa pendeta itu melakukan hal buruk karena dia Kristen, atau bagi yang memiliki pendapat hampir sama dengan yang saya sebutkan tadi, saya ingin mengajak anda untuk berfikir sejenak.

jika pendeta itu melakukan pelecehan seksual karena dia Kristen, dan berarti Kristen itu sesat. kalau begitu islam juga sesat karena banyak dari umatnya juga melakukan tindak yang sama, bahkan lebih parah, seperti pengeboman dll. TAPI, saya bertanya kepada anda para muslim, Islam itu tidak sesat kan???.

jadi apakah tindak kejahatan orang orang itu dilakukan karena mereka menganut agama Kristen/Islam ataukah karena mereka menganut agama Kristen/Islam tetapi hatinya terbujuk oleh iblis???????????

saya rasa anda dapat menjawab pertanyaan itu.

Gabriel said...
on 

sebetulnya mereka tidak berbakat jd paedophilia,itu karena peraturan Paus yang melarang mereka kawin/beristri,sementara mereka manusia normal....
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia
menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu
sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan
sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar-Ruum
21)

Anonymous said...
on 

kalau masalah pemboman,mungkin bukan Islam jagonya...lihat Hiroshima Nagasaki,bom curah di Irak,bom napalm di Vietnam...dan masih banyak lagi bom2 yang di legalkan oleh paus,kaum muslimin yang membawa bom bunuh diri juga tidak pernah dibenarkan,karena Islam melarang keras bunuh diri dan membunuhi orang yang tidak memerangi mereka,mereka hanya lah orang2 yang salah mengerti aturan Islam...dan jumlah korbanya pun tak sebanyak bom2 yang dilegalisir Paus

Anonymous said...
on 

saat bom meledakkan salah satu gedung Federal di Amerika,maka serentak mereka langsung tunjuk pelakunya adalah seorang Muslim dari Arab,orang pun langsung menghujat Islam dan Nabinya habis2an,eh..tetapi subhanAllah akhirnya terbukti bahwa pelakunya adalah Timothy yang beragama Katolik...anehnya mereka tidak menghujat Paus tuh??aneh kan??..ha...ha..ha

Anonymous said...
on 

kejadiannya itu bom Oklahoma 1996

Anonymous said...
on 

Skandal pelecehan seksual
Pada tahun 2002, Amerika Serikat dihebohkan oleh suatu skandal besar ketika serangkaian tuntutan, disertai bukti-bukti pendukung, ditujukan kepada para imam yang melakukan tindakan pelecehan secara seksual terhadap anak-anak sepanjang beberapa dasawarsa. Yang makin memparah keadaan adalah terungkapnya kenyataan bahwa Gereja mengetahui beberapa dari imam-imam pelaku pelecehan tersebut, dan pada mulanya memperlakukan mereka dengan cara menyangkal mengetahui kejahatan yang mereka lakukan dan memindahtugaskan mereka dari satu jemaat ke jemaat lain dari pada menindaki mereka. Skandal yang menjadi penyebab pengunduran diri Kardinal Bernard Law dari Keuskupan Agung Boston itu, merupakan pukulan yang menghancurkan citra Gereja di mata publik — Dalam salah satu survey sesudah mencuatnya skandal tersebut 64% dari responden setuju bahwa kebanyakan imam Katolik "kerap melakukan pelecehan terhadap anak-anak" (data mengindikasikan bahwa hanya 1,5-1,8% imam Katolik yang benar-benar telah dituntut karena melakukan pelecehan terhadap anak-anak.[93]).
Catholic News Service melaporkan:
Sekitar 4 persen dari para imam A.S. yang bekerja sejak tahun 1950 sampai 2002 dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, menurut studi nasional komprehensif menyangkut isu tersebut. Studi tersebut mengatakan bahwa 4.392 rohaniwan—hampir semuanya imam—dituduh melakukan pelecehan terhadap 10.667 orang. 75 persen dari insiden-insiden tersebut terjadi antara tahun 1960 dan 1984. Menurut studi tersebut, dalam kurun waktu yang sama terdapat 109.694 imam. Menurut studi yang telah dilakukan John Jay College of Criminal Justice di New York, biaya-biaya (cost) sehubungan dengan pelecehan seksual berjumlah total $573 juta. $219 juta dari jumlah itu ditalangi oleh perusahaan-perusahaan asuransi.
Studi tersebut menyusun daftar karakteristik-karakteristik utama dari insiden-insiden pelecehan seksual yang telah dilaporkan. Termasuk didalamnya: -- Sebagian besar korban, yakni 81 persen, berjenis kelamin laki-laki. Korban paling lemah adalah anak-anak lelaki berusia 11 sampai 14 tahun, mewakili lebih dari 40 persen dari jumlah korban. Kenyataan ini melawan trend dalam masyarakat A.S. secara umum di mana masalah utama adalah pria dewasa mencabuli anak-anak perempuan.[94]
Kasus-kasus serupa telah muncul di negara-negara lain. Di Irlandia, sejumlah kasus pelecehan seksual yang mencuat pada anak-anak yang dilakukan oleh para imam dan biarawan Katolik, seperti yang dialami Andrew Madden, telah sangat memperlemah pengaruh Gereja pada beberapa tahun terakhir.
Sejak tahun 2001, kewenangan atas penyelesaian masalah pelecehan seksual yang dilakukan oleh klerus tidak lagi berada dalam kompetensi dari uskup setempat, akan tetapi diambil alih oleh Kongregasi Ajaran Iman di Roma, sesuai dengan isi Surat Apostolik Paus Yohanes Paulus II Sacramentorum sanctitatis tutela serta aturan-aturan pelengkapnya (kedua dokumen dalam Bahasa Latin). Di bawah Hukum Kanonik Gereja tahun 1983 klerus yang melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak di bawah umur dapat dikenai hukuman pencopotan status klerus ("laisisasi").[95]

Anonymous said...
on 

Post a Comment

Informasi Pilihan Identitas:
Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger.
Lainnya : Jika tidak punya account blogger namun punya alamat Blog atau Website.
Anonim : Jika tidak ingin mempublikasikan profile anda (tidak disarankan).