2008-01-16

Film “Kiamat Sudah Dekat”

Dakwah Funky Deddy Mizwar
Reporter : Is Mujiarso
detikHot - Jakarta,Tanpa banyak gembar-gembor promosi, di layar-layar bioskop di Jakarta tiba-tiba nongkrong sebuah film Indonesia berjudul “Kiamat Sudah Dekat”. Ini memang bukan produksi dari “gerakan” new Indonesian cinema, melainkan karya orang lama. Deddy Mizwar, yang pernah sangat berjaya dalam industri perfilman di Tanah Air, melompat kembali ke layar lebar. Mengusung estetika sinetron, tapi jauh dari basi.
Dengan tema agama (Islam) yang sangat kental, nonton film ini jadi terasa seperti menyaksikan sinetron-sinetron khusus Bulan Ramadhan. Deddy Mizwar berperan sebagai Pak Haji yang keras dan saleh, mengingatkan orang pada perannya sebagai Abu Mawas di televisi, dan pada banyak kemunculannya yang lain yang selalu menyandang peran yang sama. Deddy, layaknya sejumlah artis lain, memang sudah menjadi ustadz dan film “Kiamat Sudah Dekat” ini merupakan proyek dakwahnya.
Sebagai film dahwah, “Kiamat” tampil sangat verbal, “vulgar” dan dengan demikian tak bisa menghindari diri untuk tak terjebak menjadi kotbah. Untunglah, kemasan yang funky dan bungkus humor yang segar dan terjaga, menjauhkannya dari kesan menggurui. Jadi, penonton ya asik-asik aja ketika diingatkan dengan terang-terangan, “Kiamat sudah dekat lho, makanya salat.” Atau, “Kalau kamu tidak salat kamu akan masuk neraka.” Tak ada nada menakut-nakuti, melainkan hanya mengusik ingatan sambil mengajak tertawa.
Pendekatan yang cerdas itu menjadi lengkap ketika pilihan personifikasi tokohnya diambil dari dunia yang paling dekat dengan anak muda, yakni musik. Andre ‘Stinky’, dengan bekal akting dari beberapa peran di sinetron, tampil sebagai tokoh utama, Fandy, seorang anak band rock yang jatuh cinta termehek-mehek pada Sarah (diperankan pendatang baru Ayu Pratiwi), anak Haji Romli (Deddy Mizwar). Saking cinta-matinya, Fandy yang lahir di Amerika dan buta agama itu menerima syarat dari Pak Haji untuk bisa mendapatkan anaknya: ia harus bisa salat dan membaca Al Qur’an.
Sebelumnya, untuk tahu lebih banyak tentang Sarah, Fandy sudah mendekati seorang anak kecil, Safrol (Reza “Oreo’), anak seorang janda miskin (Dewi Yull) yang tinggal tak jauh dari rumah Pak Haji. Dari Safrol pulalah, kemudian ia belajar salat dan membaca Al Quran. Dua syarat terpenuhi, Pak Haji minta syarat satu lagi: Fandy harus menguasasi Ilmu Iklas. Bersamaan dengan syarat yang berat itu, rintangan lain menghadang. Lelaki yang sudah sejak lama dijodohkan untuk Sarah, pulang dari Mesir. Farid, nama lelaki itu, tengah menempuh pendidikan tingkat MA di sana. Sarah yang sejak kehadiran Fandy merasa telah jatuh hati pada rocker itu, gantian mengajukan syarat pada bapaknya: demi keadilan, Farid juga harus menguasai Ilmu Iklas.
Lucu, konyol, naif, haru teraduk menjadi satu mengiringi perjuangan Fandy memenuhi satu demi satu syarat yang diajukan Pak Haji. Happy ending? Tentu saja. Secara keseluruhan, film ini sangat menghibur meskipun untuk setiap adegan orang harus menyaksikan wajah-wajah bintang sinetron –Dicky Candra, Cintami, hingga Anwar Fuady. Sekali lagi untung, “mimpi buruk” ini terimbangi oleh ide cerita yang orisinal, alur yang kuat dan skenario yang bagus. Generasi MTV musti nonton!(smu)

Comments :

2 comments to “Film “Kiamat Sudah Dekat””

ass...mt knl
btw aq pgn nnya film kiamat sudah dekat itu direkturnya siapa n film itu durasinya brp?

kasta.bahrudin.blogspot.com said...
on 

tanyang-in lgi doenkk!!!

seru tuecchh liat kipli lucyu...!!!

echya said...
on 

Post a Comment

Informasi Pilihan Identitas:
Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger.
Lainnya : Jika tidak punya account blogger namun punya alamat Blog atau Website.
Anonim : Jika tidak ingin mempublikasikan profile anda (tidak disarankan).