2008-01-29

Mencegah Campak, Gondong, dan "Rubella"

ADA tiga penyakit akibat virus yang umum menjangkiti anak-anak, yaitu campak (measles), gondong (mumps), dan rubella (campak Jerman). Ketiga penyakit itu bisa dicegah dengan imunisasi MMR yang merupakan kependekan ketiga nama penyakit.
Tapi, tidak semua orangtua rela mengimunisasikan anak dengan MMR. Pasalnya, ada dugaan imunisasi MMR terkait dengan gangguan autis serta Crohn s disease (sejenis radang perut). Namun, sebagian besar dokter di Amerika Serikat, Inggris, serta negara lain tetap menganjurkan imunisasi MMR pada anak karena terbukti manfaatnya untuk mencegah ketiga penyakit itu. Anjuran itu berdasarkan penelitian tandingan pelbagai lembaga yang menyatakan bahwa vaksin MMR cukup aman dan tidak mengandung timerosal, zat pengawet vaksin yang mengandung merkuri, yang dituding sebagai penyebab autis.
Apa sebenarnya bahaya ketiga penyakit itu?
Campak
Campak saat ini tampak sebagai penyakit ringan yang mudah disembuhkan. Namun, sampai tahun 1960-an, demikian situs BBC tentang kesehatan anak, campak atau rubeola cukup menakutkan orangtua. Pasalnya, penyakit yang umum pada anak itu sering berbuntut komplikasi yang menimbulkan kematian atau cacat akibat kerusakan otak.
Di negara maju kini berkat imunisasi MMR kejadian campak menjadi sangat jarang. Namun campak masih menjadi masalah di banyak negara berkembang. Diperkirakan sekitar satu juta anak meninggal tiap tahun akibat campak di negara-negara yang ketersediaan vaksin MMR masih terbatas.
Mereka yang berisiko terkena campak adalah anak di bawah lima tahun, orang yang terganggu sistem kekebalannya, penderita kurang gizi dan kurang vitamin A, serta wanita hamil karena campak bisa menyebabkan keguguran atau persalinan dini.
Campak menular lewat kontak langsung dengan penderita, misalnya menyentuh, mencium, atau menghirup udara yang tercemar dengan virus dari batuk dan bersin penderita. Tak heran campak menyebar cepat di antara siswa sekolah.
Masa penularan adalah empat hari sebelum dan sesudah ruam/bintik kecil merah (rash) tampak di kulit. Waktu yang paling menular adalah sebelum timbulnya ruam.
Untuk mencegah komplikasi, penderita campak diberi obat penurun panas dan minum banyak air agar tidak dehidrasi.
Gejala campak dimulai dengan batuk, pilek, demam, mata merah, tidak enak badan, lelah, dan rewel. Selanjutnya timbul bintik-bintik putih (titik Koplik) di pinggiran lidah. Ruam timbul setelah hari keempat. Mulai dari dahi, menjalar ke seluruh wajah, leher, dan tubuh. Gejala itu umumnya berlangsung 14 hari. Gejala lain yang menyertai adalah mual, muntah, nyeri perut, dan diare.
Infeksi campak memang ringan. Yang berbahaya adalah komplikasinya. Namun, hal itu bisa diobati dengan antibiotika jika diketahui secara dini. Komplikasi itu antara lain pneumonia, radang selapur ikat mata (konjungtivitis), radang telinga, hepatitis. Meski jarang bisa terjadi komplikasi yang fatal seperti ensefalitis (radang otak) akut serta subacute sclerosing pan-encephalomyelitis (SSPE).
Gondong
Gondong merupakan infeksi virus akut yang banyak terjadi pada anak dan remaja. Masa inkubasi sekitar 14-21 hari, namun 50 persen kasus infeksi tidak menunjukkan gejala.
Gejala gondong antara lain tak enak badan, demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan menggigil. Diikuti tanda umum gondong, yaitu pembengkakan kelenjar ludah parotis yang terletak di bawah sudut rahang. Akibatnya, penderita sulit membuka mulut untuk makan, minum, dan bicara.
Virus gondong menyebar lewat percikan ludah saat penderita batuk atau bersin. Masa yang paling menular adalah tujuh hari sebelum sampai 10 hari setelah kelenjar ludah membengkak.
Komplikasi infeksi ini antara lain radang pankreas, radang indung telur, radang testis, meningitis, dan tuli sebelah.
Karena infeksi virus, antibiotika tidak mempan. Penderita hanya perlu istirahat dan banyak minum air, tetapi tidak sari buah karena merangsang kelenjar ludah sehingga penderita makin kesakitan. Nyeri otot bisa diatasi dengan pereda nyeri.
"Rubella"
Rubella atau campak Jerman menular lewat percikan ludah. Penyakit ini ringan bagi anak-anak, tetapi berbahaya bagi janin yang dikandung ibu karena terancam cacat. Sebagaimana gondong, masa inkubasi rubella 14-21 hari.
Tandanya, demam ringan diikuti ruam di wajah dan seluruh tubuh. Kadang-kadang terjadi pembengkakan kelenjar limfe di leher, ketiak, selangkang anak, serta nyeri sendi.
Komplikasi, meski jarang terjadi, adalah radang sendi, ensefalitis (radang otak), radang jantung, trombositopenia (penurunan jumlah keping darah yang berfungsi untuk pembekuan darah).
Cara merawat penderita sama dengan kedua infeksi lainnya. (ATK)

Comments :

1

terimakasih atas informasinya...

Rani Fitriyani said...
on 

Post a Comment

Informasi Pilihan Identitas:
Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger.
Lainnya : Jika tidak punya account blogger namun punya alamat Blog atau Website.
Anonim : Jika tidak ingin mempublikasikan profile anda (tidak disarankan).