2008-01-29

Perkembangan Otak (I)

Oleh Staff IQEQ
Otak adalah organ yang paling penting dalam tubuh manusia. Organ inilah yang mengontrol seluruh kerja tubuh. Proses pembentukan sel-sel otak ini hanya terjadi sekali seumur hidup, yakni sejak dari kandungan hingga usia kurang lebih tiga tahun. Sel-sel otak yang mati tidak dapat tergantikan oleh sel yang baru.
Setelah sel-sel otak selesai terbentuk, sel-sel tersebut akan terus bertambah besar dan kompleks dengan jumlah lebih dari 10.000 milyar sambungan antar sel. Perkembangan sel-sel otak sangat tergantung dari setiap rangsangan yang diterima, baik rangsangan yang positif maupun negatif dari sekelilingnya.
Otak manusia terbagi atas 2 bagian, yaitu otak kiri dan otak kanan. Otak kiri mengatur cara berpikir logis, kemampuan kognitif, dan menganalisa yang memungkinkan seseorang mempelajari bahasa dan matematika. Sedangkan otak kanan menghasilkan pikiran-pikiran kreatif dan artistik, seperti emosi, musik, dan intuisi.
Bagian otak untuk berpikir disebut Korteks atau neokorteks, adalah jaringan berlipat-lipat yang tebalnya kira-kira 3 mm, yang membungkus hemisfer-hemisfer. Sementara hemisfer serebral mengendalikan sebagian besar fungsi tubuh mendasar seperti gerak otot dan pencerapan, korteks memberi makna apa yang kita lakukan dan cerap. Korteks juga berperan penting dalam memahami kecerdasan emosional. Korteks memungkinkan kita mempunyai perasaan tentang perasaan kita sendiri, memahami sesuatu secara mendalam, menganalisis mengapa kita mengalami perasaan tertentu, dan selanjutnya berbuat sesuatu untuk mengatasinya.
Bagian otak yang mengurusi emosi adalah sistem Limbik. Sistem Limbik terletak jauh dalam hemisfer otak besar dan terutama bertanggungjawab atas pengaturan emosi dan impuls.
Sistem Limbik meliputi :
• Hippocampus, yaitu tempat berlangsungnya proses pembelajaran emosi dan tempat disimpannya ingatan emosi. Di sini terjadi perekaman dan pemaknaan pola persepsi, ingatan naratif, dan mengenali perbedaan makna.
• Amigdala, adalah pusat pengendalian emosi pada otak. Amigdala memproses hal-hal yang berkaitan dengan emosi. Rasa sedih, marah, nafsu, kasih sayang, dan sebagainya bergantung pada Amigdala. Hubungan antara Korteks dan Amigdala inilah yang menentukan kecerdasan emosi (EQ) seseorang.
Pada seseorang yang cerdas, terdapat banyak komunikasi dan interaksi antara otak kiri dan kanan. Untuk meningkatkan interaksi tersebut, dibutuhkan rangsangan dari luar yang ditangkap melalui panca indera. Melalui penelitian diperoleh, bahwa musik klasik dan musik yang harmonis merupakan rangsangan yang terbaik bagi perkembangan otak. Saat mendengarkan musik, lirik lagu akan merangsang otak kiri, dan melodinya akan merangsang otak kanan. Rangsangan yang didapatkan selama 12 bulan pertama sejak kelahiran, sangat berperan dalam pembentukan dan perkembangan otak, dibandingkan pada tahun-tahun berikutnya.
Agar otak berkembang secara sempurna, dibutuhkan nutrisi yang sempurna pula. Asam Linoleat yang biasa disebut Omega 6, Asam Omega 3, dan DHA (Docosahexaenoic Acid) adalah beberapa zat yang sangat dibutuhkan oleh otak untuk perkembangannya, di samping karbohidrat, protein, kalsium, mineral dan zat-zat penting lainnya. Zat-zat tersebut tidak diproduksi oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari makanan yang dimakan oleh Ibu yang mengandung.
Di samping rangsangan untuk kecerdasan intelektualnya, sejak dini seorang anak harus dirangsang emosinya secara benar. Bernyanyi dan bermain adalah beberapa hal yang terbaik untuk merangsang kecerdasan emosi anak. Seiring bertambahnya usia, anak juga harus diperkenalkan dengan etika, moral dan nilai-nilai keagamaan. Hal-hal tersebut yang akan menjadi penyeimbang dari perkembangan IQ dan EQ-nya di kemudian hari.

Perkembangan Otak (II)
Oleh Staff IQEQ
Periode Awal Perkembangan Otak
Sistem saraf janin dan bayi berbeda dengan orang dewasa, baik struktur maupun fungsinya. Perkembangan otak janin pada beberapa minggu sampai 6 bulan pertama kehamilan, sangat pesat karena peningkatan jumlah sel otak yang menyebabkan kenaikan berat otak.
Pada manusia bagian terbesar dari periode perkembangan pesat terjadi pada masa post-natal (setelah lahir) yang berlanjut sampai anak berusia 3 tahun.
Kecepatan berkembangnya otak pada periode ini dapat diamati dari cepatnya otak bertambah berat yaitu dari 400 gr waktu lahir, menjadi hampir 3 x lipatnya setelah akhir tahun ketiga.
Perkembangan otak dipengaruhi faktor genetik dan stimulasi lingkungan baik kwalitas maupun kwantitas, yang hal ini menyebabkan keanekaragaman individual yang tidak identik. Periode perkembangan cepat dari otak ini merupakan peluang emas yang tidak boleh dilewatkan.
Spesialisasi Belahan Otak
Pada bayi fungsi kedua belahan (hemisfer) otak masih sama, hal ini terlihat di mana bayi masih menggunakan kedua belah tangannya untuk meraih benda. Setelah otak berkembang secara individual maka fungsi belahan otak kanan dan kiri menjadi berbeda.
Perkembangan ini menyebabkan anak cenderung memakai tangan tertentu (umumnya kanan) untuk melakukan sesuatu dan anak juga mulai belajar berbicara, berbahasa dan berhitung. Perkembangan ini menjadi mantap pada usia 6-8 tahun.
Hemisfer kiri disebut dominan karena belahan ini mengatur kemampuan berbicara dan berbahasa, membaca, menulis dan berhitung. Cara berpikir hemisfer kiri bersifat logis, analitik, terarah pada satu persoalan, langkah demi langkah dan bertindak rasional. Hemisfer kiri sangat diperlukan untuk menyelesaikan kemampuan akademik di sekolah formal dan sangat berkaitan dan berperan dalam kecerdasan anak.
Hemisfer kanan berfungsi dalam gaya bahasa berupa pemberian intonasi, lagu, penekanan kata, dan kalimat. Fungsi utama hemisfer ini adalah mengatur kewaspadaan, perhatian dan konsentrasi, pengenalan dimensi ruang dan situasi serta fungsi emosi. Belahan ini berperan penting untuk mengenali wajah seseorang, apakah dalam keadaan sedih atau gembira dan menafsirkan kehendak seseorang dari perubahan wajah dan bahasa tubuh. Berkat fungsi hemisfer kanan seorang pandai di bidang olahraga dan kesenian. Hemisfer kanan dapat menyebabkan seseorang menjadi produktif dan kreatif dan berperan dalam sosialisasi dan pembentukan kepribadian. Pengalaman di luar sekolah berupa bermain dan rekreasi banyak berperan dalam pengembangan hemisfer kanan.
Proses Lateralisasi
Proses maturasi (kematangan) otak membutuhkan proses lateralisasi. Perkembangan otak pada anak dimulai dari hemisfer kanan, dimana sewaktu bayi yang dikenal pertama kali adalah wajah ibunya dan kemudian berkembang dengan melakukan komunikasi verbal lewat ekspresi wajah (tersenyum) dan bahasa tubuh.
Hemisfer kanan penting untuk perkembangan bahasa dan emosi anak dan merupakan dasar perkembangan hemisfer kiri. Proses wicara pada awalnya dikelola oleh hemisfer kanan, dan sewaktu kurang lebih usia 3 tahun dimana proses wicara berkembang mejadi lebih kompleks, maka pengelolaan ini berpindah ke hemisfer kiri.
Pada wanita, lateralisasi umumnya lebih mudah dibandingkan laki-laki, sehingga maturasi lebih cepat. Sampai usia 8 tahun kepandaan verbal akan lebih baik dibandingkan kepandaian visiospasial. Oleh karena itu wanita lebih pandai berbicara dan berbahasa sedangkan laki-laki lebih unggul dalam matematika. Hal ini juga berlaku untuk fungsi perhatian pada anak sampa usia 10 tahun. Keadaan ini menyebabkan anak laki-laki cenderung mempunyai kelainan perkembangan berupa disfasia (kesulitan mengeja), disleksia (kesulitan membaca), dan GPP (gangguan pemusatan perhatian).

Comments :

1

terimakasih atas informasinya...

Rani Fitriyani said...
on 

Post a Comment

Informasi Pilihan Identitas:
Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger.
Lainnya : Jika tidak punya account blogger namun punya alamat Blog atau Website.
Anonim : Jika tidak ingin mempublikasikan profile anda (tidak disarankan).