2008-03-15

Faedah Shalat Hajat

Sebagaimana shalat-shalat lainnya, shalat hajat memiliki keutamaan yang banyak. Terutama, secara umum sebagai berikut.

1. Shalat hajat untuk seribu kebutuhan
Diriwayatkan dari Muhammad bin Darsubah, bahwasanya ia berkata, “Saya telah melihat di dalam kitab Imam Syafi’i r.a. di dalam tulisannya bahwa shalat hajat tidak ada bandingannya bagi seribu kebutuhan (hajat), telah diajarkan Nabi Khidhir kepada sebagian hamba Allah. Yaitu shalat dua rakaat, kemudian pada rakaat pertama membaca Fatihatul Kitab (surat Al-Fatihah) sekali dan surat Al-Kafiruun sepuluh kali. Lalu, pada rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dan (setelahnya) membaca surat Al-Ikhlash sebelas kali. Setelah salam, kemudian sujud. Pada waktu sujud tersebut, bacalah shalawat kepada Nabi saw sepuluh kali dan membaca sepuluh kali:
????????? ????? ??????????? ????? ????? ?????? ?????? ????? ??????? ????????? ????? ?????? ????? ??????? ?????? ??????? ?????????? ???????????
Kemudian, bacalah sepuluh kali:

$#^$^%$*%*&^*&^*&^&^%?????????????????????????????????
Setelah itu, mintalah segala kebutuhannya (hajat) kepada Allah SWT. Atas izin Allah, akan terkabul.

Al-Hakim mengatakan, barangsiapa yang ingin melakukan shalat hajat, maka hendaklah ia mandi dahulu pada malam Jumat. Lalu, kenakanlah pakaian yang bersih. Kemudian, shalatlah menjelang pajar (subuh). Dan berniat agar dikabulkan seluruh permintaannya yang diinginkan. Jika Allah menghendaki akan terkabulkan.

Dari Yusuf bin Abdullah bin Salam, ia berkata, “Saya --telah lama-- menemani (mengikuti) Abu Darda` untuk belajar (menuntut ilmu) darinya. Menjelang ajalnya tiba, ia berkata, “Panggillah orang-orang dengan (sebab) kematianku.” Maka, aku pun memanggil orang-orang. Ketika aku tiba kembali, rumahnya dan sekelilingnya telah penuh (oleh orang). Ia berkata, “Bawalah aku keluar!” Maka, kami pun membawanya keluar –rumahnya--. Ia berkata, “Dudukkanlah aku.” Maka, kami pun mendudukkannya. Kemudian, ia berkata, “Wahai manusia, sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat) dengan sempurna, Allah ‘Azza Wajalla akan memberikannya apa yang dipintanya, baik secara langsung (segera) maupun dengan diakhirkan (ditunda).” Abu Darda berkata, “Janganlah kalian lalai di dalam shalat, karena sesungguhnya tidak diterima (tidak bermakna) shalat orang yang lalai. Maka, jika kalian biasa lalai di dalam shalat sunah, maka jangalah membiasakan di dalam shalat fardhu.” (HR Thabrani dan Ahmad di dalam kitab Al-Kabiir)

Mereka yang Mendapatkan Keajaiban Shalat Hajat

A. Menghidupkan Keledai yang Mati
Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat, setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi; ia mengatakan, sanad cerita ini shahih)

B. Tercapainya Seluruh Hajat
Di dalam kitab Hasyiyatu Ibnu ‘Aabidiin, disebutkan bahwa di dalam shalat hajat, pada rakaat pertama dibaca surah Al-Fatihah dan ayat Kursi tiga kali kemudian pada tiga rakaat sisanya dibaca surah Al-Fatihan dan Al-Ikhlash, Al-Falak, dan An-Nas satu kali. Maka itu sebanding dengan Lailatul Qadr . Guru-gurunya melaksanakan shalat ini, dan tercapai seluruh hajatnya.


========================
Spesifikasi buku:
Judul: Keajaiban Shalat Hajat --Membuat Keinginan Menjadi Kenyataan
Penulis: Ibnu Thahir
Penerbit: QultumMedia, 2007
Website: http://www.qultummedia.com

=============

Buku ini sangat penting dimiliki. Sebab, shalat hajat adalah media khusus yang diajarkan Rasulullah saw kepada umatkan untuk meminta tolong dan mengadu dalam setiap keluhan serta kebutuha. Sementara, manusia tidak bisa lepas dari permasalahan hidup, baik yang ringan maupun yang berat.
Rasulullah saw bersabda,

“Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian shalat dua rakaat (shalat Hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi saw Setelah itu, mengucapkan “Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaana.... (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Rasulullah saw setiap kali menghadapi kesulitan beliau selalu mengadukannya kepada Allah SWT melalui shalat. Mengadu dan memohon kepada Tuhan yang tidak pernah sekali pun berada dalam lemah dan miskin. Kenapa? Karena shalat adalah jalan keluar bagi mereka yang memiliki kesulitan dan kebutuhan, juga sebagai media dimana seorang hamba mengadukan segala persoalan hidup yang dihadapinya. Di dalam Al-Qur`an, Allah SWT berfirman,

“Dan mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan melaksanakan shalat dan dengan sikap sabar.” (QS Al-Baqarah [2]: 45)

Shalat hajat, ditetapkan atau disyariatkan yang secara khusus dikaitkan kepada ibadah bagi yang sedang memiliki kebutuhan atau permasalahan. Dan tentunya, ini lebih spesifik dibandingkan dengan shalat-shalat lain dan memiliki suatu keistimewaan sendiri dari Allah dan Rasulullah saw.

Selain itu, shalat hajat merupakan suatu cara paling tepat dalam mengadukan permasalahan yang sedang dihadapi oleh seorang muslim.

Shalat hajat merupakan salah satu jenis shalat yang disyariatkan di dalam Islam. Dasar hukum shalat hajat terdapat di dalam hadits Rasulullah saw. Para sahabat, ulama salaf, dan para shalihin biasa melakukan shalat hajat, terutama ketika mereka memiliki suatu kebutuhan, baik dalam situasi mendesak maupun dalam situasi biasa. Dari beberapa keterangan yang terdapat di kitab-kitab, baik ulama salaf maupun khalaf (kontemporer), shalat ini telah banyak membuktikan keampuhan atau terkabulnya seluruh permohonan dari kebutuhan yang mereka pinta kepada Allah, sebagaimana yang terdapat pada buku ini.

Shalat hajat juga merupakan bagian dari keringanan dan rahmat dari Allah SWT bagi hamba-Nya. Pada praktiknya shalat hajat ini sangat mudah dan bisa dilakukan pada siang hari atau malam, tidak seperti pada shalat-shalat lainnya secara umum. Misalnya, shalat dhuha hanya bisa dilakukan pada saat matahari terbit sampai datangnya waktu zuhur, atau shalat tahajud yang hanya bisa dilakukan pada malam hari.

Sebagai pembuktian atas kebenaran sabda Rasulullah terhadap shalat hajat, tidak terhitung banyaknya orang yang telah mendapatkan keajaiban dan terkabulnya permintaan atau hajat mereka. Bahkan, ada yang mendapatkan keajaiban dengan diturunkan malaikat kepadanya untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya, sebagaimana yang terdapat di dalam bab “Bukti Dan Kisah Nyata Orang-Orang Mendapatkan Keajaiban Shalat Hajat”

Untuk menambah kesempurnaan, buku ini juga dilengkapi tata cara shalat hajat dan doa-doa mustajab.

Bacalah buku ini, amalkan, sebab semua orang memiliki kebutuhan. Setelah itu, kita akan merasakannya sendiri manfaatnya.

Comments :

1

semoga kita semua bisa mengamalkannya...aamiin. thanks infonya.
http://kafebuku.com/shalat-tahajjud-khusus-para-pebisnis/

ilmi said...
on 

Post a Comment

Informasi Pilihan Identitas:
Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger.
Lainnya : Jika tidak punya account blogger namun punya alamat Blog atau Website.
Anonim : Jika tidak ingin mempublikasikan profile anda (tidak disarankan).